Back to newsletter

DPI Commons Team · Announcement · 5 min read

Cerita di Balik Indonesia Open Network: Sekali Gabung, Bisa Jualan ke Mana-mana

JAKARTA. Pemerintah Indonesia resmi meluncurkan Indonesia Open Network (ION) pada 9 Juli 2026, sebuah inisiatif infrastruktur publik digital nasional yang dikembangkan bersama Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM). ION memperkuat platform SAPA UMKM milik Kementerian melalui PASAR SAPA, sebuah lapisan transaksi yang saling terhubung dan mengubah platform tersebut menjadi ekosistem perdagangan digital nasional yang menghubungkan UMKM dengan pembeli, penyedia jasa logistik, lembaga keuangan, hingga layanan pemerintah. Ide utamanya sederhana Prinsip dasarnya bisa diringkas dalam satu kalimat: gabung sekali, bisa jualan ke mana-mana. Alih-alih mendaftar satu per satu ke setiap aplikasi marketplace, pelaku UMKM cukup terhubung sekali lewat ION, lalu bisa ditemukan di berbagai aplikasi pembeli sekaligus. Mereka juga mendapat akses ke layanan logistik, pembayaran digital, pembiayaan, dan asuransi yang saling terhubung. Masalah yang ingin diselesaikan Jutaan usaha mikro di Indonesia masih belum tersentuh perdagangan digital sama sekali. Pelaku usaha di daerah sering kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas. Petani kerap menghadapi rantai pasok yang terputus-putus. Usaha yang dijalankan perempuan sering kali punya akses yang lebih terbatas ke peluang bisnis digital. Sementara itu, banyak usaha kecil yang sudah online justru harus mengelola beberapa platform digital sekaligus yang tidak saling terhubung, yang malah menambah biaya dan kerumitan, bukan menguranginya. Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan inisiatif ini mencerminkan komitmen pemerintah agar setiap pelaku usaha bisa ikut serta dalam transformasi digital negara. "Visi kami adalah setiap UMKM Indonesia punya kesempatan yang setara untuk ikut dalam ekonomi digital, apa pun ukuran usahanya atau di mana pun lokasinya. Lewat SAPA UMKM dan Indonesia Open Network, kami membangun ekosistem terbuka yang menghubungkan pelaku usaha dengan pasar, logistik, keuangan, layanan publik terpadu, dan layanan berbasis kecerdasan buatan," kata Maman. Bagaimana cara kerjanya ION tidak membangun marketplace baru. Yang dibangun adalah infrastruktur bersama di bawah marketplace-marketplace yang sudah ada maupun yang akan datang, agar semuanya bisa saling terhubung. Lewat protokol terbuka, aplikasi pembeli, aplikasi penjual, penyedia logistik, sistem pembayaran, lembaga keuangan, dan perusahaan asuransi bisa saling berkomunikasi. Dengan memisahkan lapisan infrastruktur dari aplikasi yang berjalan di atasnya, ION mendorong lebih banyak inovasi dan persaingan sehat, sekaligus memberi pelaku usaha dan konsumen lebih banyak pilihan, alih-alih terkunci pada satu platform dominan. Siapa saja yang terlibat Ini merupakan kolaborasi banyak pihak. Pemerintah Indonesia menentukan arah kebijakan. Google Cloud mendukung sisi teknis dengan akses ke teknologi open source, sementara Google.org, lembaga filantropi Google, mendanai tahap inkubasi ION. Networks for Humanity bergabung sebagai mitra pengetahuan. Sejumlah mitra ekosistem lainnya, seperti Indosat Ooredoo Hutchison, Protean e-Gov Technologies, dan Pidge, turut ambil bagian, dengan keahlian yang membentang dari telekomunikasi hingga logistik dan inklusi keuangan. Wakil Presiden Teknik Google Cloud, Anil Bhansali, mengatakan DPI berpotensi menjadi penopang perdagangan bagi kelompok yang selama ini sulit dijangkau e-commerce konvensional. "Bagi perajin di desa, petani, atau anak muda yang baru merintis usaha, DPI berfungsi seperti jalan tol digital yang tak terlihat, yang menekan biaya dan mendemokratisasi perdagangan di tempat-tempat yang selama ini tidak terjangkau e-commerce konvensional," kata Bhansali. Terinspirasi dari India, disesuaikan untuk Indonesia ION mengadaptasi model Open Network for Digital Commerce (ONDC) dari India, yang telah disesuaikan dengan kondisi ekonomi dan prioritas Indonesia. Inisiatif ini menjadi salah satu wujud nyata pertama dari nota kesepahaman pembangunan digital yang ditandatangani Indonesia dan India pada Januari 2025. Pola ini menarik untuk dicermati. Alih-alih membangun infrastruktur DPI nasional dari nol, Indonesia memilih mengadaptasi model jaringan terbuka yang sudah terbukti berhasil di negara lain, lalu disesuaikan dengan kondisi lokal. T Koshy, anggota Dewan Penasihat Indonesia Open Network sekaligus Direktur Utama ONDC India, mengatakan penerapan di Indonesia menunjukkan bagaimana suatu negara bisa mengadaptasi prinsip jaringan terbuka sesuai prioritas nasionalnya sendiri. "Kekuatan sesungguhnya dari jaringan terbuka ada pada penciptaan infrastruktur bersama yang memungkinkan inovasi berkembang di seluruh ekosistem, bukan hanya di platform-platform tertentu," kata Koshy. Lapisan hiperlokal Selain lapisan nasional, ada juga program ION Hyperlokal yang berfokus menghubungkan desa, kabupaten, pasar tradisional, petani, penyedia jasa antar, dan komunitas usaha ke dalam ekosistem perdagangan lokal. Tujuannya, agar nilai ekonomi yang tercipta tetap beredar di komunitas itu sendiri. Tahap awal implementasi akan mencakup sejumlah wilayah terpilih, termasuk desa-desa, dengan fokus khusus memperluas partisipasi usaha yang dipimpin perempuan, pelaku usaha di daerah, petani, dan pekerja informal. Kenapa ini relevan sebagai bahan belajar Ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari ION, bagi siapa pun yang bekerja di bidang infrastruktur publik digital: - Bangun infrastruktur, bukan aplikasi baru. Peran ION adalah menjadi lapisan interoperabilitas, bukan pesaing marketplace yang sudah ada. - Adaptasi model yang sudah terbukti, sesuaikan dengan konteks lokal. Prinsip ONDC diadaptasi untuk Indonesia, bukan ditiru mentah-mentah. - Rancang untuk kelompok yang biasanya tertinggal. Pelaku usaha di daerah, usaha yang dipimpin perempuan, petani, dan pekerja informal disebut secara eksplisit sebagai target, bukan sekadar tambahan belakangan. - Padukan arah kebijakan publik dengan kapasitas swasta. Pemerintah menentukan kebijakan dan prioritas, sementara mitra teknologi dan industri membangun serta mendanai implementasinya. Tips buat yang mengerjakan inisiatif serupa: sebelum merancang lapisan interoperabilitas sendiri, petakan dulu platform mana saja yang benar-benar perlu dihubungkan, dan tentukan secara eksplisit kelompok mana yang selama ini tertinggal dari platform yang sudah ada. Menyebutkan kelompok sasaran sejak awal, seperti yang dilakukan ION dengan pelaku usaha di daerah dan usaha yang dipimpin perempuan, membuat inklusivitas tidak sekadar jadi tambahan di akhir proyek. Diadaptasi dari pengumuman resmi peluncuran Indonesia Open Network (ION) di Jakarta, 9 Juli 2026, dengan pernyataan dari Menteri UMKM Maman Abdurrahman, Wakil Presiden Teknik Google Cloud Anil Bhansali, CEO ONDC India T Koshy, dan Ketua APINDO Shinta Kamdani. Dibagikan di sini sebagai pengetahuan terbuka untuk komunitas DPI Commons.